Berlebihan, yyaa.. kini Negara ini benar dibutakan oleh kepentingan oleh kepentingan penguasa. Negara ini sungguh tidak adil, tak sesuai dengan bunyi sila pancasila yang kelima yang bunyinya “ Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia ”. Tapi kini bunyinya telah berubah menjadi “ Keadilan bagi seluruh penguasa Rakyat Indonesia “ Itulah bunyi yang tepat untuk kondisi Negara kita saat ini.
Penguasa.. ohh penguasa, kenapa engkau terlalu berlebihan. Membiarkan rakyatnya dalam penderitaan, sedangkan engkau hidup dalam kemewahan. Perlakuanmu tak sesuai dengan janji manismu. Katamu akan membuat rakyat sejahtwera, katamu akan membuat rakyat bahagia. Tapi nyatanya hanya membuat rakyat sengsara. Janji manismu hanya didepan dan berujung pahit dibelakang. Tega membiarkan rakyatnya kelaparan sedangkan engkau makan dibuang-buang.
Menuntut rakyatnya membayar pajak demi kemakmuran Negara. Tapi yang ada rakyat menderita karena pajak dan penguasa sejahtera menikmati cucuran keringat rakyat. Sungguh … kini penguasa telah dibutakan mata hatinya. Apakah seperti itu kepemimpinan yang benar ?? Jawabannya adalah SALAH !!!! Kita sebagai generasi muda kitalah calon calon pemimpin bangsa jangan sampai meniru tingkah polah para pemimipin bangsa seperti saat ini. Kita persiapkan matang matang untuk kepemimpinan yang akan datang. Jangan sampai kita seperti mereka. Tanggung jawab ada pada kita kelak, marilah kita sebagai generasi muda mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara. Jangan sampai terlelap oleh keadaan zaman. “So… buat para generasi muda ayo kita bersama-sama belajar untuk menjadi pemimpi mulai dari sekarang dengan mengawali memimpin diri sendiri barulah memimpin orang lain, supaya dikelak kepemimpinan kita bias menyejahterakan rakyat bukan malah menyengsarakan rakyat”.
12:41 AM
menjadibaik.blogspot.com
Posted in: 


0 comment:
Post a Comment